- Kontak Kami  |  SiteMap  |  WebMail -
Indonesian English French German Italian Japanese Malay Romanian Spanish Swedish Thai Turkish Ukrainian

Sabtu, 08 Oktober 2011

Kebun Raya Enrekang

Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati yang sangat luas yang merupakan aset yang sangat berharga dan penopang utama bagi kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Indonesia. Namun beberapa dekade terakhir ini tingkat kerusakan kekayaan hayati

yang ada di Indonesia mengalami ancaman yang luar biasa, kekayaan hayati Indonesia sampai saat ini sudah pada tahap yang sangat memprihatinkan terutama pada berbagai habitat yang merupakan tempat hidup alami dari flora dan fauna.

 

Dalam kaitan tersebut dan terbitnya Surat Edaran Menteri Riset Teknologi Nomor : 77/M/VIII/2004, dalam kutipan surat edaran menteri Riset dan Teknologi berbunyi ” Kepada Semua Gubernur agar propinsi yang ada di Indonesia memiliki Kebun Raya untuk melestarikan dan menyelamatkan tumbuhan asli disetiap daerah yang ada di Indonesia”.

Salah satu yang merespon Surat Edaran tersebut adalah Kabupaten Enrekang Propinsi Sulawesi Selatan. Beranjak dari Surat Edaran tersebut Pemerintah Kabupaten Enrekang berkeinginan membangun sebuah Kebun Raya dan mengadakan koordinasi dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dalam hal ini Kebun Raya Bogor dan pihak LIPI menyambut baik keinginan Pemerintah Daerah Kabupaten  Enrekang, Pihak LIPI merespon dengan membentuk Tim Investigasi untuk melakukan survey dan pendataan Lokasi Kebun Raya. Berdasarkan hasil investigasi, ditetapkan lokasi PTP XII Desa Botto Mallangga sebagai calon lokasi Kebun Raya Enrekang pada tanggal 19 Agustus 2005 Tim Kebun Raya Bogor dan BAKOSURTANAL yang didampingi oleh Tim Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Enrekang melakukan pengukuran dan pemetaan zonasi dalam rangka ”Penyusunan Master Plan Kebun Raya Enrekang”. Akhirnya pada tanggal 3 Desember 2005 telah ditandatangani MoU antara LIPI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.

Di samping itu untuk melengkapi penyempurnaan Master Plan dan Penambahan Luas Areal Rencana Kebun Raya Enrekang maka diadakan Pengukuran Kedua oleh PT Guna Patria Pada Tanggal 15 s/d 22 September 2006. Pada tanggal 10-11 Juli 2007 diadakakan ”Diskusi Ilmiah dan Sosialisasi Pengembangan Master Plan Kebun Raya Enrekang” bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) dan Pemerintah Kabupaten Enrekang. Pada Tanggal 14 Maret 2007 dilakukan Penanaman Perdana Koleksi Kebun Raya Enrekang oleh Bapak Bupati Kabupaten Enrekang Ir. Haji Latinro Latunrung bersama dengan unsur Muspida Kabupaten Enrekang dan tanggal 14 Maret 2007 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kebun Raya Enrekang (KRE).

VISI DAN MISI

Visi dari Kebun Raya Enrekang (KRE) adalah menjadi salah satu kebun raya terbaik di bidang konservasi dan penelitian tumbuhan tropika terutama wilayah jalur Wallaaceae, pendidikan, lingkungan dan pariwisata.  Sedangkan misi dari Kebun Raya Enrekang yaitu :

  • Melestarikan tumbuhan tropika Indonesia (terutama tumbuhan wallaceae)
  • Mengembangkan penelitian bidang konservasi dan pendayagunaan tumbuhan Indonesia
  • Mengembangkan pendidikan lingkungan untuk meningkatkan pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap tumbuhan dan lingkungan
  • Meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat terhadap pentingnya konservasi tumbuhan terutama pelindung hutan dan lingkungan.

LOKASI

Kabupaten Enrekang dengan ibukota Enrekang terletak ± 235 Km sebelah utara Makassar. Secara administratif, Kabupaten Enrekang terdiri dari 12 Kecamatan, 12 Kelurahan dan 96 Desa, dengan luas wilayah sebesar 1.786,01 km². Sedangkan berdasarkan letak geografis berada pada koordinat antara 3o 14’ 36” sampai 03o 50’ 00” Lintang Selatan dan 119o 40’ 53” sampai 120o 06’ 33” Bujur Timur.

Batas wilayah kabupaten ini adalah sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja, sebelah timur dengan Kabupaten Luwu dan Sidrap, sebelah selatan dengan Kabupaten Sidrap dan sebelah barat dengan Kabupaten Pinrang.

Kabupaten ini pada umumnya mempunyai wilayah topografi yang bervariasi berupa perbukitan, pegunungan, lembah dan sungai dengan ketinggian 47 – 3.293 m dari permukaan laut serta tidak mempunyai wilayah pantai. Secara umum keadaan topografi Kabupaten Enrekang didominasi oleh bukit-bukit/gunung-gunung yaitu sekitar 84,96% dari luas wilayah keseluruhan, sedangkan yang datar hanya 15,04%.

Lokasi KRE sendiri terletak 25 km dari Kota Enrekang tepatnya di Desa Batu Mila Kec. Maiwa Kabupaten Enrekang dengan luas ± 300 Ha. Kebun Raya Enrekang dapat ditempuh 4 s/d 5 Jam Perjalanan dari kota Makassar.

TANAMAN KOLEKSI

Memasuki usianya yang ke-4 tahun, KRE telah menanam koleksi zona inti sebanyak 4.982 spesimen, 36 suku, 142 marga dan 245 species. Jenis tanaman yang ditanam, ada yang menjadi koleksi, ada pula sebagai tanaman pengarah dan zona hijau (tanaman penghijauan/bukan koleksi) yang dilengkapi dengan pendataan, pemetaan dan titik tanaman. Hal ini penting karena sesuai dengan fungsinya sebagai sebuah kebun ilmiah dan Lembaga Konservasi yang berguna untuk tujuan penelitian, pendidikan lingkungan maupun tempat rekreasi yang berkelanjutan.

Sebagai tahap awal, tanaman koleksi diarahkan pada lokasi ini seluas ± 100 Ha, yang dibagi dalam beberapa tematik. Pada umumnya tanaman tumbuh dengan baik dan beberapa diantaranya sudah mulai berbunga dan berbuah seperti di Tematik Perdana, Tematik A dan Tematik C. Koleksi Tanaman di Tematik Perdana di Kebun Raya Enrekang (KRE) meliputi Vitex cofassus, Myristica sp dan Cerbera floribunda. Koleksi Tanaman di Tematik A (Campuran) terdiri dari Tabebuia chrysotricha, Casuarina sumatrana dan Sphatodea campanulata. Tanaman Koleksi di Tematik C terdiri dari Delonix regia, Syzygium polyanthum dan Cassia fistula L. KRE jug memiliki Koleksi Anggrek. Umumnya, koleksi anggrek tersebut merupakan hasil explorasi dari kawasan hutan yang ada di Kecamatan Maiwa seperti : Phalaenopsis amibilis, Eria pubescens, Spathoglotis plicata. B.L,Zymbidium sp dan sebagainya. KRE juga memiliki koleksi Tanaman Mexico.  Di namakan Tanaman Mexico karena berasal dari salah satu tempat yang dapat bertahan pada lahan kering dan suhu panas. Tanaman ini diambil dari koleksi Tanaman Meksiko yang telah beradaptasi di Kebun Raya Bogor. Sampai saat ini telah ditanam 112 specimen dan akan terus bertambah seiring dengan pertambahan jumlah koleksi di pembibitan. Untuk menyesuaikan dengan habitat asalnya maka habitat ini dibuat dengan menggunakan material batu dan pasir serta kerikil dengan variasi warna hitam pasir dan putih untuk mendapatkan kesan panas. Sukulen adalah tanaman yang dapat tumbuh bertahan di tempat yang panas seperti di Gurun pasir. Jenis tanaman Mexico yang dikoleksi KRE adalah kaktus dan agave.

KEGIATAN DAN SARANA PENUNJANG

Kegiatan yang dilakukan di Kebun Raya Enrekang meliputi pengukuran lokasi KRE, pembibitan, pemotongan rumput, persiapan penanaman bibit, penyiraman tanaman.  Sedangkan sarana penunjang di KRE antara lain guest house sekaligus kantor, rumah pembibitan atau sungkupan, pembibitan permanen, aksesibilitas jalan aspal, cek dam, untuk keperluan penyiraman

SARAN

Hal-hal yang perlu diperhatikan di KRE antara lain: (1) dalam hal promosi, KRE masih kurang dan perlu ditingkatkan lagi dengan membuat event-event yang bisa mengangkat namanya, (2) meningkatkan sarana dan prasarana penunjang KRE, (3) menambah jumlah dan jenis Tanaman Koleksi, (4) perlu dibentuk Unit Kerja Khusus yang mengurusi KRE, (5) diperlukan sponsor dari dalam dan luar negeri untuk pengembangan KRE.

 

Oleh: Nirsyawita,S.Hut (Calon PEH)