- Kontak Kami  |  SiteMap  |  WebMail -
Indonesian Afrikaans Arabic English French German Italian Japanese Malay Romanian Russian Spanish Swedish Thai Turkish Ukrainian

Konservasi SDAHE    |    Kebakaran Hutan    |    Keanekaragaman Hayati    |    Flora    |    Fauna    |    Konservasi Kawasan    |    Jasling & Wisata alam
Senin, 21 Mei 2012

Depan | BERITA

Menhut Buka The 4th IndoGreen Forestry Expo Tahun 2012 dan Launching Website PPID

Jakarta, 4/4 (ANTARA) - Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan akan membuka ”The 4th IndoGreen Forestry Expo 2012” dan melaunching website Pelaksana Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pada 5 April 2012 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center Jakarta, dan dilanjutkan dengan dialog Menteri Kehutanan dengan Anak Sahabat Alam. Dialog mengambil tema “Budayakan Menanam Pohon Sejak Usia Dini”, yang akan disiarkan TVRI untuk siaran tunda selama satu jam pada hari Sabtu, 7 April 2012. The 4th IndoGreen Forestry Expo 2012 yang akan berlangsung selama 4 hari (5 s/d 8 April 2012) ini, merupakan agenda tahunan Kementerian Kehutanan cq. Pusat Humas Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan event organizer PT. Wahyu Promocitra.

 

Hutan Bakau Mampie Rusak Parah

Liputan6.com, Polewali Mandar: Ribuan hektare hutan bakau yang masuk dalam kawasan hutan suaka margasatwa Mampie, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, rusak parah. Perambahan dan pengalihan fungsi hutan secara serampangan menjadi tambak mempercepat kerusakan alam dan ekosistem fauna di hutan bakau tersebut.

 

Penyegaran Fungsional PEH dan Penyuluh Kehutanan

Kegiatan Penyegaran Fungsional PEH dan Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dilaksanakan di Hotel Grand Palace Makassar pada tanggal 26 - 27 Maret 2012. Kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Fungsional PEH dan Penyuluh Kehutanan lingkup Balai Besar KSDA Sulawesi dengan jumlah 30 orang yang terdiri dari 26 PEH dan 4 Penyuluh Kehutanan.

 

Peringati Hari Air Sedunia dengan tanam ribuan pohon

Purbalingga (ANTARA News) - Sebanyak 3.250 bibit pohon ditanam di daerah tangkapan air guna memperingati Hari Air Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup 2012 Tingkat Kabupaten Purbalingga.


Kegiatan ini dipusatkan di Dukuh Kaliurip, Desa Serang, Kecamatan Karangreja.


"Penanaman pohon ini tidak hanya di Desa Serang, tetapi juga di Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet," kata Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Purbalingga, Hardi Wibowo di sela-sela kegiatan, di Desa Serang, Kamis.


Menurut dia, Desa Serang dan Serayu Larangan yang berada di lereng Gunung Slamet ini merupakan daerah tangkapan air dan sumber mata air PDAM Purbalingga.


"Di Dukuh Kaliurip ini terdapat mata air Sikopiah. Di sini ditanam 1.000 bibit pohon, terdiri 500 bibit mahoni dan 500 bibit aren," katanya.


Dengan penanaman bibit pohon aren ini, kata dia, diharapkan Desa Serang ke depat mampu menjadi daerah industri gula aren.


"Di desa ini sebenarnya terdapat 67 hektare tanah negara. Bila diperbolehkan PDAM siap memberikan bibit aren," kata dia menambahkan.


Sementara di Desa Serayu Larangan, kata dia, PDAM menyerahkan 1.000 bibit pohon kelapa.


Ia mengatakan, PDAM Purbalingga juga melakukan penghijauan di wilayah perkotaan dengan menanam sebanyak 1.250 bibit pohon peneduh yang terdiri bibit pohon angsana, duwet, dan kepel, masing-masing 500 batang.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko mengatakan, momentum Hari Air Sedunia ini akan terus ditindaklanjuti meskipun jumlah pasti alokasi dana dalam APBD untuk program penghijauan tidak diketahui secara pasti.


"Kita akan terus menindaklanjuti momentum Hari Air Sedunia ini dengan menyadarkan masyarakat akan pentingnya penghijauan, terutama di daerah tangkapan air," katanya.
(ANT)


.

 

54 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA News) - Sebanyak 54 titik panas atau hotspot terdata di Kalimantan Barat dalam sepekan terakhir.


"Yang paling banyak di Kabupaten Sambas," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Konservasi Sumber Daya Alam, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalbar, Wuyi Bardini, di Pontianak, Senin.


Ia melanjutkan, sejak 20 Maret hingga 24 Maret, ada 18 titik panas yang ada di Kabupaten Sambas dan terpantau oleh satelit.


Menurut dia, dari data satelit tersebut, titik panas paling banyak terjadi pada tanggal 22 Maret yaitu 12 lokasi di Kabupaten Sambas.


"Sedangkan keesokan harinya turun menjadi enam titik panas," ujar Wuyi Bardini.


Terkait hal itu, Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kalbar akan menyurati Pemerintah Kabupaten Sambas agar melakukan pemantauan serta meninjau langsung ke lokasi yang terdeteksi adanya titik panas.


Ia menambahkan, berdasarkan kajian, untuk di Kabupaten Sambas umumnya titik panas terpantau di kecamatan yang sama. "Padahal sekarang bukan musim membuka lahan pertanian, tapi masih saja ada titik panas yang terpantau," kata dia.


Daerah lain yang juga terdeteksi titik panas di Kalbar yakni Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Landak, Sanggau, Sintang, Ketapang, Melawi, Bengkayang dan Kapuas Hulu.


Mengenai kemungkinan adanya lokasi titik panas di lahan perkebunan kelapa sawit, ia mengatakan sejauh ini belum ada. "Hasil di lapangan, ada masyarakat yang membakar tandan sawit dalam jumlah banyak sehingga terdeteksi oleh satelit," ungkap dia.


Sedangkan pada Februari 2012, terdeteksi adanya 57 titik panas di seluruh Kalbar.


Sementara untuk indeks standar pencemaran udara, di Kota Pontianak masih belum dalam tahap berbahaya. "Dalam kategori sedang. Yang agak pekat, sekitar pukul 10 sampai 11 malam, kalau bisa jangan keluar pada jam itu," kata dia menegaskan.


Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Hiarsolih Buchory meminta perusahaan perkebunan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran lahan di areal masing-masing.


"Salah satunya dengan membuat embung maupun menyiapkan peralatan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan," kata Hiarsolih.


Selain itu, lanjut dia, tenaga yang ada terus dilatih agar mereka sigap dan cekatan kalau terjadi kebakaran lahan. "Percuma saja kalau kurang dilatih, meski alatnya ada," kata dia.


Kondisi di Kota Pontianak dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terutama pada pagi dan malam hari mulai diselimuti kabut asap cukup tebal.


.

 

Hasil Lomba pada Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-29 di Provinsi Sulawesi Selatan

Hari bhakti rimbawan diperingati setiap tanggal 16 Maret oleh seluruh para rimbawan di Indonesia. Di Sulawesi Selatan, untuk memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke 29 tahun 2012 digelar berbagai macam agenda kegiatan diantaranya adalah Upacara peringatan hari bhakti, kegiatan bhakti sosial dalam bentuk penanaman, jalan sehat keluarga besar rimbawan serta berbagai macam lomba antar UPT Kehutanan yang ada di Sulawesi Selatan dan juga pembinaan pegawai bagi para rimbawan.

 

Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-29 di Provinsi Sulawesi Selatan

Diperingati setiap tanggal 16 Maret, tanggal ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Rimbawan, karena 29 tahun silam tepatnya tanggal 16 Maret 1983 merupakan awal berdirinya Departemen Kehutanan yang sekarang dikenal dengan Kementerian Kehutanan. Mereka yang bergelut dalam bidang kehutanan sangat familiar dengan sebutan rimbawan, sehingga wajar jika lahirnya Kementerian Kehutanan juga merupakan lahirnya pengemban amanah yang disebut dengan Rimbawan.

 

Kanada Mundur dari Protokol Kyoto

OTTAWA, KOMPAS.com — Kanada menyatakan secara resmi mundur dari Protokol Kyoto, satu-satunya perjanjian internasional yang memasang target jelas pengurangan emisi gas rumah kaca, Senin (12/12/2011) waktu setempat. Kanada menjadi negara pertama yang mundur dari perjanjian ini dan menjadi pukulan berat bagi usaha PBB untuk menangani masalah pemanasan global.

 
More Articles...
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
POLLing
Apa yang anda cari pada website Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan ini?
 
GUEST ONLINE
We have 2 guests online