Minggu, 12 Januari 2014
Afrikaans Arabic English French German Italian Japanese Russian Spanish Thai
  • TWA. Danau Matano
    TWA. Danau Matano
    Nikmati panorama alam danau air tawar dataran tinggi dan manjakan diri anda dengan mandi atau berendam di tepi danau ...
  • TWA. NANGGALA III
    TWA. NANGGALA III
    Kabut tebal senantiasa menyelimuti kawasan TWA. Nanggala III ...
  • TWA. Danau Towuti
    TWA. Danau Towuti
    Ketenangan dan kedamaian dapat kita nikmati di kawasan TWA. Danau Towuti ...
  • TWA. MALINO
    TWA. MALINO
    Panorama alam dan udaranya yang sejuk menjadikan kawasan ini sebagai alternatif tujuan wisata akhir pekan ...
  • TWA. Danau Towuti
    TWA. Danau Towuti
    Danau terbesar kedua di Indonesia ini banyak menyimpan potensi yang belum tereksplorasi ...
  • Sarambu ma'gandang
    Sarambu ma'gandang
    Air terjun ini merupakan salah satu potensi daya tarik wisata di kawasan TWA. Nanggala III ...
  • TWA. SIDRAP
    TWA. SIDRAP
    Goa Kelelawar, salah satu potensi daya tarik wisata kawasan TWA. Sidrap
  • TWA. LEJJA
    TWA. LEJJA
    Setiap akhir pekan, kawasan ini tidak pernah sepi oleh pengunjung ...

Rangkong : Fauna Maskot Sulawesi Selatan

Salah satu pertimbangan dipilihnya Burung Rangkong sebagai maskot fauna Propinsi Sulawesi Selatan adalah karena merupakan burung endemik pulau Sulawesi. Burung Rangkong atau disebut juga Enggang Sulawesi termasuk jenis burung liar yang keberadaanya dilindungi sesuai dengan perundang-undangan binatang liar tahun 1931. Saat ini, populasinya menurun sehingga tingkat kelangkaannya cukup tinggi.

Dengan dasar itulah maka tidak salah bila Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan menetapkan Burung Rangkong sebagai fauna identitasnya. Penetapan ini selain tujuan mengenalkan dan mempopulerkan Burung Rangkong Sulawesi sebagai burung khas daerah ini, juga untuk meningkatkan rasa memilki dan menanamkan kebanggan terhadap fauna daerahnya. Hal inilah merupakan bagian dari upaya untuk ikut melestarikan Burung Rangkong dari kepunahan. Lebih jauh lagi, penetapan tersebut dapat diarahkan juga untuk mepromosikan pariwisata setempat dan mengembangkan industri daerah.

POSTURNYA YANG GAGAH

Burung Rangkong oleh masyarakat setempat disebut Alo atau Kangkareng. Dalam Bahasa Inggrisnya disebut Celebes hornbill atau Buton hornbill. Selain di Pulau Buton , Burung Rangkong juga tersebar di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Burung Rangkong merupakan salah satu spesies dari Suku Bucerotidae yang sudah termasuk langka. Klasifikasi lengkap dari Burung Rangkong sebagai berikut :

Fillum                 :     Chordata

Sub Fillum          :     Vertebrata

Class                   :     AVES

Ordo                   :     Coraciformes

Family                :     Bucerotidae

Genus                 :     Rhyticeros

Spesies               :     Rhyticeros cassidix

Diantara sekian jenis burung rangkong yanga ada di Indonesia, Enggang Sulawesi merupakan satu spesies yang berukuran besar. Panjang badannya mencapai 110 cm. Postur badannya terlihat gagah, terutama pada burung jantan. Burung jantannya mempunyai casque besar di atas hidungnya dan berwarna merah. Paruhnya besar dan berwarna kuning gading. Bulu dan chesnut lehernya berwarna biru. Bulu badannya berwarna hitam, sedangkan bulu ekornya brwarna putih. Penampilan burung jantan dengan paruh yang besar dan bulunya yang berwarna warni memang sangat mempesona. Postur dan warna bulu burung betina kurang menarik bila dibandingkan dengan burung jantan.

Burung ini termasuk jenis binatang omnivora sebab makanannya berupa binatang-binatang kecil, burung, dan buah-buahan serta biji-bijian. Kadal, katak, burung-burung kecil juga telur-telur yang menetas merupakan makanan yang disukainya. (Dikutip dari Flora fauna Maskot Nasional dan Propinsi oleh : Yustina Erna Widyastuti)