- Kontak Kami  |  SiteMap  |  WebMail -
Indonesian Afrikaans Arabic English French German Italian Japanese Malay Romanian Russian Spanish Swedish Thai Turkish Ukrainian

Selasa, 03 Januari 2012
Konservasi SDAHE    |    Kebakaran Hutan    |    Keanekaragaman Hayati    |    Flora    |    Fauna    |    Konservasi Kawasan    |    Jasling & Wisata alam    |    Pengumuman

Beringin

Di bagian belakang kampus Evy ada beberapa pohon beringin besar. Kemarin waktu hujan Evy berteduh di bawahnya dan manyun bareng ama teman2. Jadi terpikir sejenak untuk mempelajari beringin.

 

Beringin itu adalah pohon yang memulai hidupnya sebagai epifit ketika bijinya bersemai di celah atau retakan pohon induknya (atau struktur seperti bangunan dan jembatan). Biasanya beringin merupakan jenis umum yang berasal dari India bernama Ficus benghalensis, pohon nasional India, kemudian dipakai untuk semua pohon besar yang siklus hidupnya sama dan secara sistematis tergolong subgenus Urostigma. Biji beringin disebarkan oleh burung pemakan buat. Bijinya tumbuh dan menurunkan akarnya ke tanah dan dapat menyelubungi sebagian pohon inang atau struktur bangunan dengan akarnya, memberinya kesan sebagai pohon pencekik. Kebiasaan tumbuh mencekik ini ditemukan pada sejumlah pohon tropis, khususnya genus Ficus, yang berkompetisi mendapatkan cahaya. Setiap spesies Ficus yang menunjukkan sifat ini bisa disebut pohon pencekik.

 

Daun pohon beringin besar, berkulit, hijau polos dan bentuknya lonjong. Seperti semua pohon besar, pucuk daun ditutupi oleh dua sisik besar. Saat daun berkembang, sisik ini jatuh. Daun muda memiliki warna kemerahan yang menarik.

 

Pohon beringin yang lebih tua dicirikan oleh akar gantung yang tumbuh menjadi tunggul kayu tebal yang seiring berjalannya waktu menjadi tidak terbedakan dengan pokok utama pohon. Pohon beringin dapat menyebar menggunakan akar gantung ini untuk menutupi daerahnya. Seperti spesies pohon besar (yang termasuk pohon Ficus carica), beringin memiliki struktur buah yang unik dan tergantung pada ngengat Ficus untuk reproduksinya.

 

Pohon beringin di Barangay Quirino, pegunungan Aurora, provinsi Aurora di Philipina didaku sebagai pohon beringin terbesar di Asia. Usianya diperkirakan lebih dari 600 tahun dan setinggi 60 meter. Tanah yang dijalari akarnya berdiameter 10 hingga 15 meter dan mungkin bagi orang dewasa untuk masuk ke antara akar-akarnya.

 

Karena struktur akarnya yang kompleks dan percabangan yang besar, beringin digunakan untuk menciptakan bonsai. Bonsai hidup tertua di Taiwan berusia 240 tahun yang disimpan di Tainan.

 

 

Sumber: Fakta ilmiah

 

.

 
Google
Web ksdasulsel
SUBSCRIPTION
Silahkan Anda memasukkan email pada kolom di bawah untuk dapat berlangganan artikel / berita terbaru dari kami :

Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 13,7

Kotak Pos 1144 Makassar 90241

Sulawesi Selatan – INDONESIA

Telp. / Fax.   : + 62 – 411 – 590371 / 590370