- Kontak Kami  |  SiteMap  |  WebMail -
Indonesian Afrikaans Arabic English French German Italian Japanese Malay Romanian Russian Spanish Swedish Thai Turkish Ukrainian

Sabtu, 07 Januari 2012
Konservasi SDAHE    |    Kebakaran Hutan    |    Keanekaragaman Hayati    |    Flora    |    Fauna    |    Konservasi Kawasan    |    Jasling & Wisata alam    |    Pengumuman

Eceng gondok

Tanaman mengambang di kolam adalah tambahan paling disukai karena mereka menyediakan penutup permukaan, menaungi air kolam dan menyediakan tempat bagi ikan untuk kabur dari panas matahari.

 

Eceng Gondok berasal dari Brazil dan entah kapan sampai ke Indonesia. Tanaman ini sebenarnya tanaman air terburuk karena tumbuh begitu cepat sehingga memblokir aliran air dan merusak pelayaran.

 

Walau begitu, daun eceng gondok itu cantik. Belum lagi bila ketika ia berbunga. Bunganya ungu dan menambah keindahan kolam. Salah satu cara untuk mencegah ia berkembang luas adalah membatasinya dengan tali di sekitarnya, pasang sekitar 5 cm di atas permukaan air. Sebelum bepergian lama, beberapa eceng gondok harus dibuang dari kolam, jika tidak begitu pulang, eceng gondok sudah mengambil alih seluruh permukaan kolam.

 

Cara menanamnya cukup letakkan eceng gondok di atas permukaan air kolam. Tanaman ini akan menyebar begitu saja di sana seiring waktu.

 

Sistem akarnya bercabang panjang dan berat seperti ditutupi kumis hitam. Ia efektif untuk membuang kotoran ikan dari air. Akar yang tua berwarna hitam dan muda berwarna putih. Akarnya dapat tumbuh hingga 45 cm. Kalau dasar kolamnya lumpur dan akarnya sudah sampai kesana, ia akan tumbuh lebih cepat lagi.

 

Lebih dari 30 tahun lalu, NASA melihat potensi besar dari eceng gondok untuk memurnikan air pada perjalanan luar angkasa yang panjang dan melakukan penelitian pada tanaman ini. Hasil dari studi ini ditemukan kalau tanaman ini dapat menghemat jutaan dolar jika digunakan dalam fasilitas pemurnian air untuk memurnikan air. Hal ini terkait dengan kekuatan luar biasa sistem akar eceng gondok untuk menyerap kotoran. Saat ini ia sudah banyak digunakan di banyak pusat penanganan limbah di kota besar di AS. Jadi ia juga bagus untuk kolam.

 

Selain itu, eceng gondok juga mengendalikan pertumbuhan ganggang, sang pemangsa oksigen kolam. Mereka mengurangi jumlah sinar matahari yang masuk ke kolam sehingga ganggang sesak napas. Mereka juga menyedot nutrisi yang dibutuhkan ganggang untuk tumbuh dengan baik.

 

Tapi kalau dibiarkan, eceng gondok bisa tumbuh ke samping dan keatas juga. Ia bisa mencapai tinggi 1 meter. Anak Koi senang tinggal di daerah akarnya karena menjadi perlindungan dari predator. Tapi karena Koi senang makan daun, koi juga memangsa eceng gondok. Jadi, eceng gondok juga berfungsi sebagai makanan sekaligus benteng bagi Koi, asal tidak terlalu banyak di kolam.

 

Sumber : Fakta Ilmiah

 

.

 
Google
Web ksdasulsel
SUBSCRIPTION
Silahkan Anda memasukkan email pada kolom di bawah untuk dapat berlangganan artikel / berita terbaru dari kami :

Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 13,7

Kotak Pos 1144 Makassar 90241

Sulawesi Selatan – INDONESIA

Telp. / Fax.   : + 62 – 411 – 590371 / 590370