- Kontak Kami  |  SiteMap  |  WebMail -
Indonesian English French German Italian Japanese Malay Romanian Spanish Swedish Thai Turkish Ukrainian

Jumat, 07 Oktober 2011

Lintas Alam Tapak Anoa II

Hari bumi yang ke-41 diperingati beberapa daerah di Indonesia, mulai dari kegiatan membersihkan lingkungan, aksi teatrikal, aksi penanaman pohon hingga memanfaatkan sampah yang didaur ulang.

 

 

Beberapa aksi tersebut di atas mungkin tidak akan langsung mempengaruhi emisi karbon secara global, namun akan menunjukkan kekuatan kolektif bila aksi hijau yang kecil ini dilakukan tiap hari oleh banyak individu. Pada hari bumi ini, ada beberapa topik penyelamatan bumi yang dapat diwacanakan kembali seperti konservasi energi, daur ulang, memperbaharui habitat alam, memberi contoh hidup sehat, membuat halaman dan lingkungan yang ramah bagi ekologi serta melindungi satwa yang terancam punah. Ini dilakukan sebagai upaya menginformasikan kepada masyarakat tentang permasalahan polusi udara, air dan tanah, kerusakan habitat, ancaman kepunahan ratusan bahkan ribuan spesies flora dan fauna dan ancaman habisnya sumber daya alam yang tidak diperbaharui.

 

Pada Hari Peringatan Bumi Tahun 2011 kali ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam bekerja sama dengan Kelompok Pencinta Alam (KPA) MAHAMERU dan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur membuat suatu terobosan mencintai alam dengan cara melintasi kawasan konservasi melalui kegiatan Peringatan Hari Bumi dalam bentuk Lomba  Lintas Alam Tapak Anoa II Se-Luwu Raya.

Tujuan Kegiatan Lomba Lintas Tapak Anoa II antara lain (1) mempersatukan pemuda dan pelajar se-Kabupaten Luwu Timur dalam kerjasama dan solidaritas; (2) melatih pemuda dan pelajar untuk dapat berkompetensi positif; (3)   membina kekompakan, kerjasama dan menumbuhkan semangat antar peserta; (4) menikmati keindahan alam sekitar dengan diimbangi rasa syukur kepada Tuhan YME; (5) Membina kerukunan, toleransi dan solidaritas antar peserta; (6) Lebih menghargai alam semesta sebagai ciptaan Tuhan YME.

Yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah Kelompok Pencinta Alam se-Luwu Timur; pelajar baik itu pramuka sakawanabakti, OSIS, PMR dan Sispala (siswa pecinta alam); Organisasi Kepemudaan dan partisipan.

Output dari kegiatan ini  antara lain (1) dapat mempromosikan arti penting kelestarian Cagar Alam Faruhumpenai sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia; (2) dapat memotivasi masyarakat agar menyukai kegiatan alam bebas sebagai wujud kebanggaan bertanah air Indonesia; (3) dapat menunjukkaan kepada publik tentang kepedulian bangsa Indonesia terhadap penyelamatan bumi dari kerusakan alam melalui momentum peringatan hari bumi 2011.

Kegiatan lomba ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu jumat – Minggu, pada tanggal 22 s/d 24 April 2011 di sekitar kawasan Cagar Alam Faruhumpenai Kabupaten Luwu Timur. Adapun rangkaian kegiatan Lomba Lintas Tapak Anoa II antara lain: Hari pertama, dimulai dengan registrasi dan technical meeting bagi para peserta. Dalam technical meeting disampaikan tentang tata cara lomba (pos-pos yang akan dilalui dalam lintas tapak anoa), tata tertib dan larangan buat peserta, tekhnik penilaian peserta serta peralatan yg harus dibawa oleh peserta yang disampaikan oleh panitia.

Hari Kedua, Lomba Lintas Alam di mulai pukul 08.00 Wita yang diikuti oleh pemuda dan pelajar se-Luwu Timur dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Mangkutana. Peserta terdiri dari 56 orang (terdapat 14 regu dimana 1 regu terdiri dari 4 orang). Lomba lintas alam ini dibagi 2 etape yaitu :

  1. Etape 1 penilaian berdasarkan kecepatan, terdiri dari 6 pos dimana treknya dimulai dari daerah Salonoa Desa Kasintuwu Kecamatan Mangkutana di dekat PAL 330 CA Faruhumpenai, sampai daerah kampung Korondeme Kecamatan Angkona. Peserta tercepat tiba jam 15.00 wita dan peserta terlama tiba jam 17.00 wita
  2. Etape 2 penilaian berdasarkan ketepatan waktu, terdiri dari 4 pos dimana treknya dimulai dari daerah kampung Korondeme sampai desa Non Blok (lokasi perkemahan). Peserta tercepat tiba jam 17.00 wita dan peserta terlama tiba jam 18.00 wita.

Hari Ketiga, dilanjutkan dengan kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Kebakaran Hutan, simulasi ini di lakukan oleh teman-teman dari Manggala Agni Daops Malili. Aksi selanjutnya yaitu Aksi Bersih Lingkungan, yakni membersihkan sampah-sampah yang berserakan di sekitar lokasi perkemahan. Kegiatan terakhir adalah acara penutupan sekaligus penyerahan hadiah oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Mangkutana bapak Ir. Alias dan dari Balai KSDA Sul-Sel diwakili oleh Hariadi Siswantoro, S. Si. Adapun pemenang dari Lomba Lintas Anoa II berurut dari Juara I sampai IV adalah Tim dari Trikora utusan Gempa Walutim, Tim dari Korspala Lutra utusan Korspala Lutra, Tim dari Primata Karoue utusan Adventure Lutra, Tim dari Akar Indonesia utusan Akar Indonesia palopo, sedangkan untuk juara favorit dimenangkan oleh Kupu-kupu Liar utusan Wotu Outdoor Adventure Lutim.

Kegiatan Lomba  Lintas Tapak Anoa II terselenggara dengan baik atas kerja keras dari panitia dan berbagai pihak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut sebagai bentuk aksi cinta kita terhadap lingkungan.

Pesan Untuk Hari Bumi. “Sesunguhnya bumi ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita melainkan warisan untuk anak cucu kita, tetapi sungguh ironis ketika kita membiarkan kerusakan demi kerusakan terus melanda bumi ini, bahkan kita jualah pelakunya. Kerusakan pada lingkungan merupakan kerugian bagi hidup manusia. Mungkin saja kerugian itu tidak terasa oleh generasi saat ini, tetapi pada akhirnya akan menyengsarakan. Bukan hanya satu generasi tetapi demi generasi yang akan datang. Maka jagalah kelestarian sumber daya alam ini demi bekal untuk generasi selanjutnya! Merusak itu tak sampai sehari, tapi memperbaikinya tak cukup sehari; maka janganlah kita biarkan kerusakan terus berlangsung melainkan jagalah kelestarian alam dan lingkungan dimana engkau hidup, sebab manusia dan alam hidup untuk saling menghidupi.....”

Di Hari Bumi yang jatuh pada hari ini kita seharusnya lebih sadar bagaimana cara menghargai alam dan lingkungan sekitar kita, melestarikan lingkungan dan menjaga keseimbangan siklus dan ekosistem di alam. Jangan kita biarkan pemanasan global mengancam kehidupan kita dan anak cucu kita kelak, perbuatan sekecil apapun yang kita lakukan saat ini sangatlah berguna bagi masa depan kita.

 

Penulis: Nirsyawita S.Hut dan Zulkarnain Kai

 

Dokumentasi Kegiatan

.