- Kontak Kami  |  SiteMap  |  WebMail -
Indonesian Afrikaans Arabic English French German Italian Japanese Malay Romanian Russian Spanish Swedish Thai Turkish Ukrainian

Sabtu, 31 Desember 2011
Konservasi SDAHE    |    Kebakaran Hutan    |    Keanekaragaman Hayati    |    Flora    |    Fauna    |    Konservasi Kawasan    |    Jasling & Wisata alam    |    Pengumuman

Kerjasama DA’s REDD+

Pemanfaatan jasa lingkungan secara berkelanjutan merupakan salah satu upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berperan sangat penting dalam mempertahankan keberadaan kenekaragaman hayati (biodiversity) sekaligus turut mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan WWF-Indonesia telah melakukan Perjanjian Kerjasama upaya-upaya konservasi yang ditandatangani pada tanggal 13 Maret 1998. Kegiatan pemanfaatan jasa lingkungan melalui pembuatan Demonstration Activities Reduction Emition from Deforestation and Degradation (DA’s REDD+) di 2 (dua) kawasan konservasi yaitu di Taman Nasional Sebangau dan Taman Nasional Tesso Nilo menjadi salah satu kegiatan penjabaran dari kerjasama tersebut.

Pada hari Selasa tanggal 1 Maret 2011 telah ditandatangani Arahan Program DA’s REDD+  antara Kementerian Kehutanan dan WWF-Indonesia yang diwakili oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung (Ir. Sumarto, M.M) dan Direktur Kehutanan, Spesies dan Air Tawar (Ir. Anwar Purwoto, M.Sc). Selain itu pada hari yang sama juga dilakukan penandatanganan Rencana Kerja LIma Tahun (RKL) DA’s REDD+ di kawasan TN Sebangau oleh Kepala Balai TN Sebangau (Ir.Sumantri) danProject Leader WWF-Indonesia di TN Sebangau (Rosenda Ch. Kasih), serta untuk RKL DA’s REDD+ di Kawasan TN Tesso Nilo oleh Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (drh. Hayani Suprahman, M.Sc) dan Project Leader WWF-Indonesia di TN Tesso Nilo (Suhandri).

Pemilihan lokasi TN Sebangau didasari pada keunikan kawasan yang memiliki karakteristik lahan didominasi oleh gambut dan juga sebagai habitat satwa liar Orang Utan (Pongo pygmaeus).  Lahan gambut merupakan salah satu jenis habitat alam yang disatu sisi memiliki cadangan biomass besar tetapi disatu sisi juga berpotensi sebagai sumber pelepasan emisi bila tidak dikelola dengan baik.   Sedangkan kawasan TN Tesso Nilo merupakan salah satu contoh ekosistem hutan hujan tropis yang menjadi habitat bagi beberapa satwa penting Sumatera seperti Gajah (Elephas maximus sumatranus) dan Harimau (Panthera tigris sumatrae).  Saat ini TN Tesso Nilo menjadi salah satu kawasan konservasi yang menghadapi tantangan besar dari aktivitas ekonomi di sekitarnya yang sejauh ini berdampak negatif terhadap keutuhan kawasan.

Sejalan dengan prioritas Kementerian Kehutanan tersebut, WWF-Indonesia sebagai salah satu mitra Kementerian Kehutanan telah memiliki program pengembangan DA’s REDD+ di TN Sebangau dan TN Tesso Nilo, sehingga kemitraan pembangunan DA’s REDD+ dapat diwujudkan.

Kegiatan DA’s REDD+ ini dilakukan selama jangka waktu 5 (lima) tahun dimulai pada tahun 2011 sampai tahun 2016 dengan mengacu pada Renstra Direktorat PJLK2HL dan program kerja WWF-Indonesia. Melalui kerjasama tersebut diharapkan  peran kawasan konservasi akan lebih optimal sebagai DA’s penyerapan dan penyimpanan karbon sekaligus dapat menjadi lokasi percontohan yang hasilnya akan dipergunakan sebagai bahan acuan untuk penyusunan kebijakan perdagangan karbon di kawasan konservasi lainnya.

[ teks & gambar © Dit PJLK2HL | Agus W ]

sumber : Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung

 
Google
Web ksdasulsel
SUBSCRIPTION
Silahkan Anda memasukkan email pada kolom di bawah untuk dapat berlangganan artikel / berita terbaru dari kami :

Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 13,7

Kotak Pos 1144 Makassar 90241

Sulawesi Selatan – INDONESIA

Telp. / Fax.   : + 62 – 411 – 590371 / 590370